Selamat Datang di Blog Tulungagung Kita

Blog ini difungsikan bagi Masyarakat Nusantara untuk mengetahui lebih dalam dari Kota Tulungagung.

Petarung Jalanan

Segala Kondisi Jalan, Cuaca, Hingga Kondisi yang diluar Logika, Selalu dilalui untuk mencapai Tujuan tanpa Mengenal Takut dan Ragu.

Petualang Nekat

Dimanapun Kapanpun dan dengan Siapapun, Petualang ini Selalu Melakukan Hal Nekat Meski diluar Nalar Logika.

Edukasi - Pengarah Skenario

Didalam Dunia Pendidikan Yoga Setyawan Cenderung Menjadi Pengarah Skenario dan Selalu Memberi Kebebasan dalam Berekspresi.

Sosok yang Selalu Bersahaja dengan Semua Teman - Temanya

Pesan yang Selalu disampaikan Oleh Yoga Setyawan R. adalah Teman adalah Harta yang Paling Berharga didalam Kehidupan Begitu juga Orang yang Selalu disamping Kita disegala keadaan apapun.

Jl. Sultan Hassanudin No : 7a - Kenayan - Tulungagung - Jatim

085 735 977 755 (Yoga Setyawan) BB Messenger : 5A23EB32(Yoga Setyawan) yogasetyawan@gmail.com

13 January 2016

Pantai Sine Enek Apane?


Julukan itu Melekat kepada Pantai ini karena Letak Geografisnya yang menghadap tepat ke arah timur, Hingga teman-teman Sering sekali datang untuk mengambil gambar Matahari Terbit atau Sunrise, Pantai ini sangatlah Luas dan Menjadi Pusat Ikan dari Berbagai daerah, Komoditas ikan Konsumsi yang Melimpah Menjadikan Pantai Sine Sebagai Pusat Perdagangan Ikan dari Berbagai daerah, Ikan Tuna, Cakalang, Tongkol, Layur Hingga Lobster bisa didapatkan di Pantai Sine, PPI "Pusat Pelelangan Ikan" masih terletak ditengah area perkampungan di Pesisir Pantai Sine / Desa Kalibatur ini, Bangunan PPI / TPI di Sebelah Selatan yang Baru Masih Belum difungsikan, Karena Perahu Nelayan Belum Bisa Bersandar ditepi Pantai Bagian Selatan.

Begitu Indah dan Menawan dari Gambar diatas Bisa Teman-Teman Lihat Begitu Istimewanya Pantai ini, Menyimpan Beribu keindahan dan Harta Terpendam didalamnya, Namun Sering Sekali diremehkan Oleh Wisatawan karena Mereka Hanya Terfokus Pada Obyek Pantai didepan Bangunan TPI "Tempat Pelelangan Ikan" Baru yang belum difungsikan diarea itu.

Beberapa saat lalu, Saya dengan Keluarga dan Teman-Teman Bermalam di Pantai Sine ini, dengan Beralaskan Tenda dan sebuah Matras yang kita bawa dari rumah untuk menikmati Malam di Tepi Pantai Sine, Lokasi ini adalah Hutan Cemara yang Berhimpitan dengan Sungai Air Payau atau yang sering disebut dengan Song Bajol Oleh warga setempat, Karena Sering Ketempat ini Tempat ini Menjadi Faforit saya dengan teman-teman untuk Diskusi dan Bersantai di Pantai Sine, Pohon Cemara yang Rindang dan Berasa Sejuk Ketika Hawa Panas ditepi Pantai.

 Ditemani Keluarga dan Teman juga Relasi Bisnis, dengan Penduduknya yang Ramah dan Baik Hati, Kita disuguhi Makanan Khas Pantai Sine ini, Warga yang Ramah dan Bersahaja dengan Pengunjung Menyita Perhatian kita, dengan Sering dan suka ngobrol dengan Pendatang Seperti Kita, Nikmat Sudah Kunjungan di Pantai yang sering diremehkan Orang ini, tentang Obyek yang hanya begitu-begitu saja Pemandanganya, Coba Lebih Sering Berkunjung dan Temukan Keindahan yang tersembunyi dibalik Lokasi Pantai Sine ini, ada Hutan Cemara, Hutan Mangrove, Hutan Kelapa, Pemandian Air Hangat Song Bajol, dan Masih Banyak Sekali Spot-Spot Untuk Berfoto, Hingga Tidak Cukup jika Sehari saja Berpetualang didesa ini.

Penasaran dengan Petualangan di Pantai Sine, Saksikan Pantai Sine Enek Apane Part 2. ;)


12 January 2016

Beban Kehidupan Bukan Masalah yang Berat


Seringkali kita mengeluh tentang apa yang kita alami, mulai dari masalah pribadi, hingga masalah kelompok, dari yang berat hingga yang sangat berat untuk diselesaikan, berbagai macam cara dan sikap kita menghadapi, dan seringkali kita putus asa dalam bertindak, hingga masalah tidak kunjung selesai dan semakin rumit karena kita tidak sabar dan cermat dalam menghadapi permasalahan tersebut.
Perlu diingat dan digaris bawah i, Jalan Hidup Manusia tidak pernah mulus seperti yang dibayangkan dengan mudah dan lancar, bilamana terdapat Jalan Terjal disaat perjalanan hidup kita, maka sebut itu warna Hidup yang ada dijalan Hidup kita, Memang terkadang susah dan menyesakan untuk dihadapi, namun


 Percayalah akan tingkat kedewasaan manusia akan terbentuk dari berbagai permasalahan tersebut, dan jika kita bisa berfikir jernih TUHAN yang menciptakan kita tidak akan mungkin memberikan masalah kepada kita diluar kemampuan kita, alias sesuai kapasitas yang kita punyai dalam menghadapi masalah, disisi lain TUHAN akan selalu berikan kemudahan jalan bilamana kita "manusia" tegar dan berjuang menghadapinya hingga selesai dan naik level lagi.
Ingat fenomena alam yang terjadi di realita kehidupan, semakin kita naik kepuncak yang tinggi, semakin deras pula angin yang menerpa tubuh kita, dan seberapa kuat kita menghadapi keadaan dipuncak yang kita idamkan untuk melihat obyek dibawah kita, kita selalu berusaha bertahan diatas dengan memakai baju tebal, jaket, hingga selimut yang membungkus diri kita agar bisa bertahan diatas untuk menikmati obyek dibawah.
SOo.. Jangan Pernah Patah Semangat bilamana kita ingin merasakan keindahan yang utuh dan kita idamkan, kita harus berjuang hingga titik ini akan dijatuhkan lagi oleh sang pencipta kehidupan, dan kita perlu tingkat kesabaran untuk semua yang di ujikan kepada kita, kita wajib berbenah dan terus berbenah untuk kehidupan yang lebih baik dan lebih bermartabat.


Dihidup ini tidak pernah ada yang namanya Salah, Karena Setiap Kesalahan Bisa diperbaiki, yang terpenting didalam hidup kita adalah terus berbenah dan tidak pernah putus asa hingga tidak ingin berjuang untuk perbaikan yang lebih dan lebih lagi didalam hidup.

06 November 2015

Fotografi Jurnalistik

Langsung to the point saja biar pada nggak bosan dengan belajarnya, ada 3 faktor Dalam Foto Jurnalistik :
1. Rasa ingin tahu manusia, yang merupakan naluri dasar, yang menjadi wahana kemajuan.
2. Pertumbuhan media massa sebagai media audio visual, yang memuat tulisan (atau uraian mulut) dan gambar (termasuk gambar yang hidup).
3. Kemajuan teknologi, yang memungkinkan terciptanya kemajuan fotografi dengan pesat (termasuk perfilm-an dan video untuk pemberitaan)


Sedikit Kutipan dari mata kuliah dulu bahwa dalam dunia jurnalistik, foto merupakan kebutuhan yang vital. Sebab foto merupakan salah satu daya pemikat bagi para pembacanya. Selain itu, foto merupakan pelengkap dari berita tulis. Penggabungan keduanya, kata-kata dan gambar, selain menjadi lebih teliti dan sesuai dengan kenyataan dari sebuah peristiwa, juga seolah mengikutsertakan pembaca sebagai saksi dari peristiwa tersebut.
Kelebihan dari sebuah foto sebagai medium komunikasi visual menjadikan lebih mudah dipahami dari pada tulisan yang membutuhkan tenaga dan pikiran.
Berbicara Fotografi Jurnalistik pada dasarnya berbicara masalah pemberitaan, namun penekanan disini mengacu pada teknik visualisasinya. Bagaimana sebuah gambar bisa mevisualisasikan suatu peristiwa kejadian di masyarakat sehingga pembaca atau menikmat dapat merasakan getaran yang ada di dalam gambar ketika di lihatnya. Fotografi Jurnalistik banyak digunakan dalam dunia pemberitaan dan foto-foto ini akan menghiasi rangkaian pemberitaan yang akan dikomunikasikan pada masyarakat melalui Koran, tabloid, majalah dan bulletin. Menurut Cliff Edom, salah satu guru besar dari Universitas Missouri Amerika Serikat, Fotografi Jurnalistik merupakan hasil perpaduam antara antara kata dan gambar atau Word and Picture. Bagaimana sebuah gambar yang ditampilkan bisa menguraikan sesuatu kata-kata dalam pemberitaan hingga dapat mempengaruhi pikiran orang. Pendapat senada juga diungkapkan oleh salah satu editor majalah Life yaitu Wilson Hicks, bahwa kombinasi antara kata dan gambar yang menghasilkan satu kesatuan komunikasi terdapat suatu kesamaan antara latar belakang pendidikan dan tingkat sosial pembacanya.
Sebuah uraian tentang Fotografi Jurnalistik secara lebih detil dikemukakan oleh Frank P. Hoy dari Sekolah Jurnalistik dan Telekomunikasi Walter Cronkite, Universitas Arizona Amerika Serikat mengupas tentang Karakter Foto Jurnalistik yang telah diuraikan dalam bukunya berjudul “Photo Jurnalism The Visual Approach” seperti berikut ini :
  1. Foto Jurnalistik adalah komunikasi melalui foto (Communication Photography). Suatu komunikasi yang dilakukan akanmengekspresikan pandangan wartawan foto terhadap suatu obyek, tetapi pesan yang disampaikan bukan merupakan ekspresi pribadi.
  2. Mediun Foto Jurnalistik adalah media cetak Koran atau majalah danmedia kabel atausatelit termasuk internet seperti kantorberita (Wire Services).
  3. Kegiatan Foto Jurnalistik adalah kegiatan melaporkan berita.
  4. Foto Jurnalistik adalah paduan antara foto dan feks foto.
  5. Foto Jurnalistik mengacu pada manusia, manusia adalah subyek dan sekaligus sebagai pembaca foto jurnalistik.
  6. Foto Jurnalistik adalah komunikasi dengan orang bayak (Mass Audiences), ini berarti pesan yang disampaikan harus singkat dan harus segera diterima orang yang beraneka ragam.
  7. Foto Jurnalistik juga merupakan hasil kerja editor foto.
  8. Tujuan Foto Jurnalistik adalah memenuhi kebutuhan mutlak penyampaian informasi kepada sesame, sesuai amandemen kebebasan berbicara dan kebebasan pers (Freedom of Speech and Freedom of Press). 

DEFINISI JURNALISTIK
            Jurnalistik berasal dari bahasa Belanda “Journalistich” atau dalam bahasa Inggris “Journalism” yang bersumber dari bahasa Perancis “Journal”, asal kata dari “Jour” yang berarti hari. Jadi journal berarti catatan harian.
Journalistich berarti pengetahuan tentang penyiaran catatan harian dengan segala aspeknya, meliputi :
mencari, mengolah, sampai kepada menyebarluaskan catatan harian tersebut. Dan yang disebarluaskan itu adalah apa yang biasa kita sebut sebagai berita.
Menurut Prof. Mitchel V. Charnley : “News is timely report a fact or opinion of either interest or important or both to a considerable number of people”
(Berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau opini yang penting atau menarik minat, atau keduanya bagi sejumlah besar orang.)
Fungsi jurnalistik :
• menyiarkan informasi
• mendidik
• menghibur
• mempengaruhi

24 October 2015

Jejak Rider Kartini Tulungagung


Jejak Rider Kartini Tulungagung Merupakan Project dari Moto Mideo Community yang Membentuk Team Jurnalis di Sosial Media, dan Berfokus pada area Pariwisata Tulungagung, Mengapa Jejak Rider Kartini Tulungagung, Nama ini Muncul Sontak ketika Harapan saya kepada Kakang Mbakyu Tulungagung Pupus, Sedikit Cerita mengenai Kronologi Terbentuknya Jejak Rider Kartini, pada suatu hari lampau saya sering berkomunikasi dengan salah satu Paguyuban Cinta Wisata Tulungagung, disaat itu memang sering saya bergesekan dengan argumen-argumen yang terkadang tidak masuk di akal, Hingga suatu ketika saya harus bergesekan keras dengan para anggota atau admin yang baru-baru di rekrut oleh kawan lama saya, dari situ saya kenal dengan Kakang Mbakyu Tulungagung, Namun pada saat saya tanya kepada beberapa warga Tulungagung Kota (Asli) Mereka sama sekali tidak tahu menahu tentang Pemilihan, Siapa Kandidatnya, Siapa yang Memilihnya, dan Untuk apa diadakan pemilihanya, Sontak saya kaget mereka yang notabenya orang asli Tulungagung tidak mengerti event pemilihan serta siapa yang menjadi kakang mbakyu di tulungagung.

Seketika itu saya memang sengaja update status mengenai Kakang Mbakyu, dari slentingan-slentingan teman dekat saya berkomentar, kakang mbakyu kok mek jadi terima tamu... disitulah saya geli dan berusaha mengkorek informasi tentang Kakang Mbakyu, namun harapan saya pupus ketika saya berusaha mengkorek apa itu kakang mbakyu, dan hanya satu jawaban yang saya garis bawahi, bahwa Kakang Mbakyu Tulungagung adalah Duta Pariwisata dari Tulungagung, Seketika itu saya Browsing di Internet dan mencari tahu siapa Kakang Mbakyu terpilih, dan Mengejutkan ketika saya Browse ada salah satu gambar dari adik kelas/ adik tingkat saya di SMK yang se-Jurusan dan dia sering bergaul dengan saya dulu ketika saya bekerja di stasiun TV Surabaya, beberapa kali berpapasan dengan diapun dia tidak seperti biasanya dulu, yang selalu menyapa dan selalu ingin tahu tentang pengalaman saya di dunia media, dari situ saya mulai sedikit paham dan menarik kesimpulan (Negatif Thinking Sedikit) Bahwa semenjak dia terpilih menjadi Kakang Mbakyu dia menjaga jarak dengan teman-temanya sekalipun (Survey dari teman-teman sekitarnya) dan saat itu juga saya melotot alias terheran-heran dengan fenomena ini.

Saya Semakin Penasaran dengan apa yang terjadi saat ini, mau berkata apapun saya tidak ingin ada yang ditutup"i, semakin saya gali semakin pula saya menaruh rasa penasaran, dan pada kesempatan lain saya dipertemukan dengan destinasi wisata yang memang baru booming di Tulungagung, Sebut saja Gunung Budheg, Melalui Sosial Media saya mulai mengulik kulik tentang kondisi wisata di Tulungagung, saya dipertemukan dengan orang-orang yang sangat berkompeten dibidang kepariwisataan, dan dimasa itu juga saya baru mengerti bahwa dunia pariwisata di Tulungagung sedang carut marut, obyek / potensi tempat wisata tidak dikelola dengan baik oleh warga sekitar juga Pemerintah.

Sungguh Miris Mendengarnya, dari bertemu dengan orang-orang itulah argumen saya mulai menguat dan mulai mengerucut kepada Paguyuban Cinta Wisata Tersebut, opini opini yang dipaparkanyapun tidak sesuai dengan realitanya, Contoh membuat kegiatan Bersih Hutan Cemara dengan Peserta Banyak (Kenyataanya Hanya 5-10 orang saja yang ingin ikut dan ahirnya batal) Kegiatan Lomba Dayung / Jong Buto (Di Cancel gegara perijinan dan lain lain sebagainya tidak diizinkan oleh pemerintah ataupun seponsor) dan masih banyak lagi yang tidak sesuai realitanya, Namun ketika saya melakukan pendekatan khusus saya terheran-heran karena beberapa event yang coba saya tempeli malah di ajak ricuh di grubnya, dan ketika visi dan misi saya masuk di grubnya langsung saja dihapus oleh adminya tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Ketika Situasi Semakin Memanas singkat cerita saya update status disosial media dengan nada lantang saya serukan bahwa ide ide dan gagasan saya di dunia pariwisata diblokade oleh Komunitas itu, Sontak saya Mencari admin dari Komunitas itu meski tahu bahwa senior dari Komunitas itu sudah kenal saya semenjak tahun 2007 lalu, saya geli dan geram melihat keadaan ini, hingga saya harus mencolek nama Kakang Mbakyu kembali di Sosial Media, dan Allhamdulillahnya Tuhan Memberi saya jalan untuk Berkenalan langsung dengan Kakang Mbakyu Tulungagung (Meski hanya Kakangnya) yang memberi respon di akun Facebook saya, saya sengaja memancing emosi para pembaca atau subscriber facebook saya, dengan harapan mereka terbawa emosi dan sampailah kepada yang bersangkutan, dan allhamdulillah ketika trik saya berhasil Kakang Tulungagung Berusaha Mengajak Ketemu dan ngobrol Bersama dengan saya secara langsung.
awal chat dengan Kakang Tulungagung Sekaligus Raka Jawa Timur ini saya sangat berfikiran positif, banyak harapan visi juga misi saya yang akan saya sharingkan dengan Kakang Tulungagung yang pastinya lebih kompeten dibidang pariwisata tulungagung - Jawa Timur khususnya, ketika saya bertemu dan ngobrol langsung dengan beberapa teman saya di Gubug Gunung Budheg, Sebut saja namanya Cahya Arif (Raka Jawa Timur/Sekaligus Kakang Tulungagung) dipertemuan sore hingga malam larut tersebut kita bercerita banyak tentang dunia pariwisata di Tulungagung, Sedikit Kutipan Cerita yang menarik perhatian saya, ketika Kakang Cahya bercerita pengalamanya mengenai Perjuanganya melaju ke Raka - Raki Jawa Timur, Singkat kata Kakang cahya Berjuang sendirian dengan Keahlian yang dia punya dengan keterbatasan dia tetap maju dan berjuang untuk Tulungagung, Bantuan dari Dinas Terkaitpun tidak seperti yang diharapkanya, Mereka setengah hati untuk mengantar Cahya ke ajang yang lebih bergengsi se-Jawa Timur, dan mengenai Wisata karena Kakang Mbakyu sudah terotomatis menjadi Duta Wisata di Tulungagung, Cahya dengan segala keterbatasanya mengeksplore Wisata Tulungagung, terbatas kendaraan, juga alat dokumentasi yang mumpuni untuk mengambil gambar yang benar-benar indah.

Sesampai Pertemuan itu hati saya tergugah untuk mendukung Kakang Kita untuk dunia Pariwisata, dan suatu ketika saya ajak Cahya ke Pantai Sine, yang terkenal dengan Matahari terbitnya, dia mengakui bahwa dia belum pernah menyaksikan fenomena Matahari terbit di Pantai Sine, dia bersemangat sekali namun sekali lagi terganjal dengan keterbatasan kendaraan dia bercerita kepada saya, dan diwaktu itu juga saya bersedia menjemput Cahya sekalian ingin tahu Rumahnya, Berangkat Sekitar Pukul 03.30 dari Kota bersama teman saya yang hoby fotografi juga, berharap dengan peralatan mumpuni saya dan teman saya mendapat hasil maksimal dan pantas untuk disajikan ke wisatawan luar kota maupun dimana dia berada nantinya, dan sempat terfikir untuk membuatkanya satu halaman (fanspage) untuk lebih dikenal masyarakat tulungagung, namun sayang beribu sayang, harapan hanya tinggal harapan, Ketika sampai ditempat saya sedikit kecewa dengan Cahya, mengapa kecewa.... Sesampai di Pantai Sine Sekitar Pukul 04.30 saya dan satu teman saya berharap dia punya visi misi kedepan dengan dukungan saya dan banyak teman saya, akses transportasi yang pastinya mumpuni dengan komunitas motor, dan dokumentasi yang bagus dengan teman komunitas fotografi.

dan seketika didalam hati saya tertawa, ketika matahari mulai muncul dia malah asik dengan ponsel yang dia miliki, dia membuat dan mendokumentasikanya dengan ponselnya sendiri, dan sontak kami (saya dan teman saya) juga asik sendiri dengan kamera yang kami bawa, jujur saya kecewa dengan posisi saat itu, bukan dengan motiv ingin dikenal melalui Kakang Mbakyu Tulungagung, juga bukan ingin memberi motiv bisnis kedalamnya, namun saya tergugah untuk membantu Kakang Tulungagung untuk Berjuang di Tulungagung dengan destinasi Pariwisatanya yang sangat banyak dan sangat indah, namun sayang beribu sayang potensi pariwisata ini belum disadari oleh warga juga pemerintah, mungkin dari situ berawal saya membentuk perjalanan yang saya namakan Jejak Rider Kartini Tulungagung.

Karena saya aktif dikomunitas Motor, saya ingin menuangkan ide saya untuk hal positif, dari kejadian itu saya memutar otak untuk berfikir membuat suatu perjalanan yang benar-benar berarti untuk dunia wisata Tulungagung, Jejak Rider Kartini Tulungagung merupakan satu Project untuk Tulungagung yang bergerak didunia kepariwisataan, Tidak Hanya Mengeksplore Keindahan, Namun Kami yang kami beri nama (Komunitas Moto Mideo) menjelajahi Daerah Potensi Wisata dengan sekelumit keadaan real dilapangan, mengupas dilema warga dan pemerintah hingga problem-problem yang dimiliki daerah tersebut.

Kami tidak mengutamakan Kecantikan Wajah, Kepintaran Berjalan diatas Cat Walk, juga Pantas disajikan menjadi terima tamu diacara Kota Tulungagung, namun Kami Bertujuan mengeksplore Sisi lain dan Menjembatani (Bila kami didukung juga oleh pemerintah) dalam hal Perjalanan ini, Kami Berharap Perjalanan ini tidak seperti Perjalanan Touring anak Motor pada umumnya, kami ingin menancapkan jejak yang benar-benar ada arti didalam perjalanan kami, seketika itu kami berjalan dengan project destinasi pariwisata yang kami kuasai dahulu mulai dari pantai sebelah Timur, Molang - Pacar - Lumbung - Kedung Tumpang - Sine - Ngalur - Sanggar, kami sesuaikan kemampuan kami dengan anggota rekan-rekan rider kartini di tulungagung, dengan alat seadanya kami menjalankan perjalanan ini, membiayai diri kita sendiri untuk akomodasi,transportasi hingga konsumsi.

disela perjalanan kami, banyak sekali yang harus kami hadapi, berbagai cerca'an hingga pujian yang kami dapat, hingga ada orang yang berpendapat perjalanan kami dibiayai oleh pemerintah daerah, yang pada kenyataanya (belum), konflik sosial antar rider kartini (sempat kita tawarkan juga untuk ikut kedalam perjalanan) dengan tidak mengurangi rasa hormat kami hanya segelintir orang yang ingin berjuang untuk tulungagung, bilamana kami belum benar kami selalu senang menerima kritik, saran atau pembuktian dari tulisan hasil kami observasi, namun kami tidak ingin Rider Kartini Tullungagung hanya menjadi media Pencitraan, dimana kita hanya berfoto-foto ria dan memamerkan kepada orang bahwa kami yang melakukanya, kami ingin siapapun yang menjalankan project ini satu visi dan misi untuk membangun tulungagung menjadi lebih baik dan lebih maju, itu saja bukan ingin menjadi media pencitraan.

Mungkin Beberapa Cerita Mengenai Terbentuknya Jejak Rider Kartini Tulungagung, dan Kami akan Selalu Menerima dengan baik, siapapun yang ingin bergabung dengan kami, Bisa Langsung ke Basecamp Kami di Gubung Gunung Budheg atau Kantor Sekretariat Paguyuban Honda Tulungagung.

Karena Komunitas Motor Tidak melulu negatif, Monggo Simak Perjalanan Kami di JEJAK RIDER KARTINI TULUNGAGUNG


20 October 2015

Profile


Yoga Setyawan Rarasto

Alamat

TTL

Tulungagung , 18 Oktober 1991 
Desa.Kenayan , Jln Sultan Hassanudin no.7a , RT II RW II Kecamatan Tulungagung
Telepon/SMS
085735977755
Email / Twitter
yogasetyawan@gmail.com
Facebook
http://www.facebook.com/yoga5etyawan
blog
Jenis Kelamin
Laki –Laki
Agama
Islam
Status Perkawinan
Lajang
Riwayat Pendidikan
Taman Kanak - kanak  (1996 – 1998)
TK Kartika Chandra Kirana VI (TK Seruni)
Sekolah Dasar (1998 – 2004)
SD Negeri Kampungdalem 04 , Kec.Tulungagung
Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (2004 – 2007)
SMP Negeri 1 Kedungwaru , Tulungagung
Sekolah Menengah Kejuruan (2007 - 2010  )
SMK Negeri 1 Boyolangu , Tulungagung
Desain Komunikasi Visual



ISI JOGJA , Yogyakarta
FSMR (Fakultas Seni Media Rekam)

Aktifitas Sekarang
  1. Freelance (Moto Mideo) Nyoting - Motret